Senjata Pembunuh Paling Ideal di Makassar


Dalam pelbagai kasus kejahatan ekstrem yang terjadi Di Kota Makassar terutama kasus tawuran, seringkali sudah pasti akan ditemui senjata panah berupa ketapel atau yang lebih dikenal dengan nama “Busur”.  Senjata “ketapel” panah ini sangat populer di masyarakat minoritas dan sudah menjadi senjata rakyat. Entah sudah berapa banyak korban yang kehilangan nyawa akibat senjata panah ini.

Sepintas bentuknya mirip ketapel yang biasa dipergunakan untuk permainan anak-anak, pada umumnya terbuat dari potongan kawat besi berdiameter 14mm. Busurnya dari selang karet untuk infus, bisa sampai satu meter panjangnya apabila dibentangkan dan mampu melontarkan besi dengan daya mematikan. Diperkirakan, awal mula ketapel ini diperuntukkan hanya untuk keperluan berburu ikan dikanal-kanal kota namun seiring dengan perkembangan kondisi lingkungan sosial kota yang rawan konflik membuat ketapel ini beralih fungsi menjadi senjata pembunuh.

Yang paling mematikan adalah anak panahnya, bahannya bermacam-macam mulai dari paku 14mm, jari-jari velg roda sampai besi cor. Ujung mata panahnya dibentuk sedemikian rupa dengan motif ulir atau kait pancing sehingga sulit sekali dikeluarkan apabila menancap. Bagian belakang anak panah dipasangi rumbai dari tali plastik yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan lajunya. Seringkali mata anak panah ini diberi racun dari berbagai material kimia, namun ada juga racun dari katak beracun yang dikeringkan.

Masyarakat kawasan pemukiman menengah kebawah dikota Makassar hampir dipastikan memiliki senjata panah ini terutama kaum mudanya. Dalam setiap bentrokan, konflik dan tawuran massal, senjata rakyat ini pasti menjadi senjata yang ideal. Paling memprihatinkan adalah senjata pembunuh ini malah paling sering digunakan oleh anak-anak kecil umur belasan tahun. Belakangan ini, banyak senjata Busur disita dalam kasus-kasus tawuran di beberapa sekolah dan perguruan tinggi.

Sulit untuk menghilangkan atau mengurangi produksi senjata panah ini karena praktis mengingat materialnya banyak tersedia dan setiap saat bisa dibuat dengan mudah. Penulis sendiri pernah menyaksikan sekelompok anak-anak kecil berumur rata-rata 9-10 tahun disebuah kawasan kumuh sedang beramai-ramai membuat senjata ini dan menghasilkan puluhan anak panah yang mematikan.

Senjata “ketapel” yang sederhana ini telah menjadi sebuah senjata rakyat di Makassar,  bentuknya simpel, produksinya praktis namun memiliki efek yang mematikan.