Sereapi, Ritual Bakar Diri Dari Tanah Bugis


KABARKAMI. Pada umumnya terdapat kebiasaan adat istiadat semua suku bangsa  mengekspresikan ungkapan rasa syukur ketika masa panen raya tiba. Kebiasaan adat itu biasanya dilakukan dalam bentuk upacara, ritual atau pesta rakyat warisan turun temurun yang dilakukan setiap tahun setelah panen raya.

Sebuah ritual adat mensyukuri hasil panen di kecamatan Tellulimpoe kabupaten Bone Sulawesi Selatan adalah berupa ritual ekstrem yaitu aksi bakar diri yang ditanah Bugis biasanya dikenal dengan nama Sereapi. Sereapi adalah tradisi ungkapan gembira dan rasa syukur terhadap pencipta atas hasil panen yang melimpah.

Dalam aksi tradisi Sereapi ini, orang-orang bergantian menari diatas bara api yang menyala, merebahkan tubuh bahkan memakan bara api namun anehnya, tidak satu pun yang merasakan panas apalagi terbakar. Sere dalam bahasa Bugis berarti bergoyang-goyang atau bergerak, jadi Sereapi pada dasarnya berarti bergerak dan bergoyang dalam api.

Sebelum ritual Sereapi digelar, sebuah ritual menabuh genderang  terlebih dahulu dilakukan sembari api unggun dipersiapkan. Setelah bara yang menyala-nyala itu siap, satu persatu orang berloncatan sambil  menari-nari diatasnya. tidak hanya menari,  mereka juga merebahkan tubuh diatas bara api bahkan bara yang menyala itu dimasukkan kemulut. Gerakan-gerakannya mengikuti irama tabuhan genderang dan nampak seperti orang yang mengalami kondisi tidak sadarkan diri.

Aksi ekstrem tradisi  ini merupakan adat istiadat turun temurun yang tetap dilestarikan oleh masyarakat tanah Bugis pedalaman dan sampai saat ini masih bisa ditemukan dibeberapa wilayah di Sulawesi Selatan antara lain Kabupaten Bone dan Barru. ( I Romang Sipolong) – ( foto : MDProject)