Perihal Gowa Discovery Park


KABARKAMI - Gowa Discovery Park (GDP). Apa yang ada di pikiran Anda saat membaca atau mendengar nama tempat wisata yang berlokasi di jalan Abduk Kadir, Makassar, itu? Sebuah taman, sebuah tempat penemuan, sebuah tempat pengetahuan, sebuah tempat yang membahas Gowa, atau apa?

Kalau Anda memikirkan GDP sebagai sebuah taman, pikiran Anda betul. Di GDP memang terdapat sebuah Taman Satwa yang berisikan aneka jenis burung: beo, kakatua, elang dan lainnya. Seorang guide juga siap menjelaskan segala hal perihal burung-burung itu.

Kalau Anda memikirkan GDP sebagai tempat penemuan, pikiran Anda salah. ‘Tak ada penemuan di GDP, yang ada hanyalah Taman Satwa, Wahana Air (Waterboom) dan Arena Outbond.

Kalau Anda memikirkan GDP sebagai tempat pengetahuan, pikiran Anda sedikit benar. GDP adalah tempat bagi orang-orang yang mau mengetahui segala hal tentang binatang jenis burung, tidak kurang-tidak lebih.

Kalau Anda memikirkan GDP sebagai tempat yang membahas Gowa, pikiran Anda salah. ‘Tak ada sama sekali unsur Gowa di GDP selain namanya saja. Yang dominan malah unsur Bali. Maklum, pemilik GDP Zaenal Thayeb yang orang asli Mandar beristrikan wanita asli Bali.

Ya, walau pun -berdasarkan survey Lembaga Makassarpreneur- banyak masyarakat sekitar GDP yang merasa tidak mendapat pengaruh apa-apa dengan kehadiran GDP, namun GDP telah melengkapi ragam tempat wisata di Makassar. Bagusnya, warga yang mengunjungi GDP bisa sekalian mengunjungi Benteng Somba Opu di sampingnya.

Foto: Rakyat Sulsel