Kenaikan Harga Barang Di Makassar, 5 Hari Menjelang Ramadhan.


KABARKAMI. Kenaikan harga sembako menjelang ramadhan seperti yang telah diberitakan berbagai media di Makassar, sampai minus 2 pekan ini belum ada tanda-tanda kenaikan yang signifikan. Dari pantauan pasar-pasar tradisional, harga sembako untuk kebutuhan rumah tangga masih relatif normal.

Meskipun sebagian besar pelaku usaha di pasar tradisional mengakui bahwa memang ada kenaikan harga beberapa bahan pokok sejak beberapa bulan terakhir ini, proses fluktuasi pasar tetap menjadi penentu hingga terkadang harga turun namun naik lagi dalam hitungan hari. Hal itu kemungkinan besar merupakan imbas dari kondisi sejak isyu BBM dan tarif dasar listrik dinaikkan oleh pemerintah.

Kenaikan harga menjelang ramadhan merupakan tradisi tahunan yang sudah pasti akan terjadi terutama di kota. Prosesnya kadang instan dan tidak terencana.  Info yang didapatkan dari sebuah sumber mengungkapkan bahwa kemungkinan besar Makassar akan mengalami kenaikan harga ketika memasuki minus 5 hari menjelang bulan Ramadhan.

Penyebab yang paling utama adalah ketika menjelang masuknya bulan Ramadhan itu, pada umumnya kebiasaan masyarakat yaitu berbelanja massal dan borongan untuk stok keperluan selama satu bulan puasa, kebutuhan acara sekaligus juga untuk dibawa mudik kekampung halamannya.

Dalam situasi seperti ini, para penjual pun dengan cepat merespon untuk mengeruk keuntungan. Kondisi seperti ini pula yang memicu terjadinya penimbunan barang yang berproses secara berantai dan seringkali menjadi kasus dimana pasokan barang menjadi macet secara berkala.

Antisipasi pemerintah dalam hal ini senantiasa cenderung terlambat kendati jauh hari mereka sebenarnya sudah tahu kondisi tersebut namun prosesnya tetap berlangsung.

Menyambut bulan suci umat Islam ini, pemerintah melalui instansi terkait semestinya secara rutin sudah harus memberikan informasi terbaru tentang harga-harga barang di pasaran. Dengan begitu, mereka punya waktu untuk  mematangkan perencanaan operasi pasar. Memaksimalkan sosialisasi ke berbagai media baik cetak maupun elektronik dijamin bisa melibatkan masyarakat untuk bekerjasama mengantisipasi kondisi pasar.

Namun saat ini, info yang sampai ke masyarakat adalah “Menjelang Ramadhan, Harga Sembako akan naik” dan info seperti ini kemungkinan berpotensi meresahkan kondisi sosial masyarakat menghadapi bulan puasa.