Ditemukan, Goa Prasejarah Di Bone


kabarkami.com, Sebuah goa peninggalan pra sejarah ditemukan di tengah hutan belantaran kabupaten Bone Sulawesi Selatan oleh sekolompok warga yang tengah berburu babi hutan. Pada dinding goa ini tedapat ratusan lukisan telapak tangan dan gambar hewan buruan dalam bentuk lukisan kuno.

Goa prasejarah yang dinamakan Dua Rangan ini dipenuhi binatang berjenis laba laba beracun dan pada langit goa terdapat sarang burung wallet yang belum dijamah sama sekali. Lukisan pada dinding goa ini mirip dengan lukisan kuno pada dinding goa Leang – leang yang tedapat di kabupaten Maros yang diperkirakan berusia 5000 tahun sebelum masehi. Penemuan ini merupakan bahan penelitian yang sangat berharga bagi para peneliti dan badan arkeologi untuk melakukan observasi asal mula manusia di Sulawesi Selatan.

Goa pra sejarah secara kebetulan ditemukan oleh warga yang tengah berburu babi hutan, lokasinya berada dilereng pegunugan Taulekke dusun Kalukue desa Langi kecamatan Bontocani kabupaten Bone Sulawesi Selatan. Untuk mencapai kawasan goa ini harus menempuh perjalanan sejauh lima kilo meter dengan berjalan kaki menyeberangi sungai, menyusuri hutan belantara serta menapaki tebing terjal yang berbatu.

Dalam goa prasejarah ini dipenuhi ratusan lukisan telapak tangan manusia purba dan lukisan hewan buruan seperti babi, rusa dan Anoa yang merupakan binatang khas Sulawesi. Selain itu, juga terdapat sebuah lukisan menyerupai unggas raksasa. Lukisan-lukisan itu didominasi warna colat yang diduga dari bahan pewarna alamiah yang terbuat dari tumbuh tumbuhan.

Lukisan pada dinding goa ini menandakan bahwa goa ini pernah dihuni oleh manusia purba yang diperkirakan hidup pada zaman megalitikum. Penemuan goa ini bermanfaat bagi para arkeolog serta para antropolog terkait dengan asal usul nenek moyang suku di sulawesi selatan.

Penemuan goa prasejarah ini diharapkan segera mendapat perhatian dari pemerintah setempat untuk dijadikan sebagai bahan penelitian selain itu, goa prasejarah yang ditemukan hanya berjumlah hitungan jari diseluruh dunia. Itupun umumnya banyak terdapat di pedalaman australia yang merupakan peninggalan nenek moyang suku aborogin. ( I Romangpolong Risamata – Bone)