Baju Zirah Raja Bugis Di Filipina


baju perang raja BugisKABARKAMI.  Pakaian Perang atau Baju Zirah milik Raja Bugis asal Wajo, Sulawesi Selatan yaitu La Salewangeng To Tenriruwa (1715–1736). Baju perang kuno ini tersimpan di National Museum Of The Philippines , Rizal Park Avenue Manila, Filipina.

Dalam sejarah perang abad 17, pasukan Bugis terkenal sebagai tentara bayaran yang selalu dimanfaatkan oleh berbagai negeri sebagai sekutu perang dalam menghadapi musuh yang kuat terutama melawan invasi penjajah Spanyol, Inggris, Portugis & Belanda.

Dalam riwayat baju Zirah ini menceritakan ketika terdapat beberapa orang suku Bugis dalam perantauan yang panjang di wilayah Malaybalay, Bukidnon, Pulau Boracay, Pulau Lobang, Pulau Palawan, Pulau Cantanduanes, Butuan, Pulau Cuyo dimana mereka sering bermukim dalam masa perantauan yang berpindah-pindah. Saat itulah La Salewangeng To Tenriruwa berniat untuk mengawini Selir raja suku Sulu di Filipina bernama Dayang Fatimah Maharleka Sari.  Ketika akan melamar, utusannya tidak sempat untuk menyampaikan mahar perkawinan karena terlibat perang untuk membantu Sultan Kudarat melawan invasi penjajah Spanyol tahun 1728.

Dalam situasi perang itulah, baju Zirah La Salewangeng To Tenriruwa dijadikan sebagai Tanda Perkawinan Antara Dayang Maharleka Sari [ Selir Istimewa Filipina] dengan La Salewangeng. Mereka kemudian menetap di Cagayan De Oro, sebuah istana yang sekarang telah menjadi Balai Polis Republik Filipina. Untuk detail informasinya, klik http://nationalmuseum.gov.ph/#page=page-1. ( sumber: Raja Luwu Bugis Sawerigading)

(referensi : Alfonso Felix, Scott William Henry, Carlos Gonzales, Francisco Baustista , Cecilia Fernandes , University of Seville, University of Madrid Spain , University of Amsterdam & University Of Wisconsin Madison United State of America, The History of Philippines)